MHSG adalah faktor penyebab kegagalan memulai sebuah bisnis.

MHSG

Akar masalah dari kegagalan memulai bisnis adalah MHSG

1. M =  Mindset

Mindset sebagai akar masalah yang pertama. Saya mau jadi jenderal, tapi ga mau jadi letnan dulu. Maunya langsung jadi jenderal. Ga mau latihan fisik, ga mau belajar/sekolah, ga mau diperintah atasan.

Saya mau jadi pengusaha, saya mau seperti Bob Sadino, tapi ogah banget nganter-nganter telor ayam door to door. Ogah banget gw kerja sampe larut malam, malah ga tidur.

Saya mau jadi Begawan property seperti Trump, tapi ogah banget klo pernah bangkrut total kayak Trump. Wake up! Jangan cengeng! Semua pengusaha-pengusaha besar pasti pernah mengalami kegagalan besar… dan mereka kuat untuk bisa bertahan.

Coba hitung, berapa waktu yang anda habiskan untuk memikirkan bisnis anda? Berapa jam per hari ? Jangan-jangan Cuma 1-2 jam saja, atau Jangan-jangan anda malah keasikan membuat list daftar barang-barang konsumtif yang mau anda beli.

Coba hitung, berapa modal yang  diinvestasikan untuk bisnis anda?

Untuk marketing ? Untuk pengembangan? Untuk penyusutan? Untuk riset? Untuk seminar ? Atau malah lebih banyak uang yang dihabiskan untuk keperluan konsumtif?

Anda gagal karena mindset anda! Mindset anda yang bilang bahwa jadi pengusaha bisa jalan-jalan sementara bisnis jalan sendiri.. mindset anda yang bilang adanya passive income tanpa perlu bekerja. Tapi anda bertemu realitas  yang berbeda, dan anda tidak siap untuk itu…. anda panik.. karena tidak seperti yang anda bayangkan pada awalnya.

2. H = Hutang

Hutang adalah akar masalah yang kedua. Ini adalah masalah yang sangat sensitive. Saya sendiri bukan orang yang anti-hutang, hutang boleh-boleh saja. asal ada hitung-hitungan yang matang sebelum memutuskan untuk hutang.

Contoh : bisnis jualan kue kita sudah memiliki satu karyawan untuk antar kue. Dengan net-profit bisnis 2jt/bulan. Kemudian jalan 2 tahun bisnis berkembang, net-profit menjadi 5jt/bulan. Bahkan order melebihi kapasitas produksi. Jika harus investasi mesin produksi baru plus inventaris motor buat antar dengan cara berhutang, maka misalkan diasumsikan ada beban cicilan sebesar 3jt/bulan.

– Dan dengan mesin baru itu yang dicicil itu, ternyata net-profit meningkat menjadi 7jt/bulan. Nah itu baru hutang yang bener! Untuk leverage atau pengembangan bisnis. Dan dengan cicilan yang masih bisa ter-cover dengan bisnis yang ada.

– Biasanya nih malah terbalik, dengan net-profit “Cuma” 2jt/bulan, kita nekat buka cabang!  Hutang puluhan bahkan ratusan juta yang cicilannya diatas 5jt. Padahal present net-profit kita Cuma 2jt/bulan ! Gimana ini logika nya… sementara tidak ada jaminan bahwa cabang akan selalu untung. Apa bedanya dengan spekulasi? Beda kalau misalnya anda menggunakan uang dari kantong sendiri bukan dari hutang.

– Ada yang lebih parah. Bisnis nya malah belom ada, tapi udah hutang ratusan juta buat buka toko kue. Nah yang ini lebih gila lagi…. Saya benar-benar tidak menyarankan untuk memulai bisnis dengan hutang! Karena terlalu beresiko. Jangan pernah lakukan itu!

– Ditambah lagi utang-utang buat gaya hidup ga penting… cicilan mobil, cicilan blackberry, cicilan TV LCD, dll. Jangan pernah beli segala sesuatu secara kredit ketika diperuntukan untuk urusan pribadi (bukan perusahaan). Tundalah kesenangan kecil pada saat anda baru memulai bisnis, demi mendapat kesenangan besar nanti!

– Bayangkan anda buka 10 toko kue dengan modal utang. Cicilan 50jt/bulan. Itulah yang membuat anda menjadi frustasi! Nikmati pelan-pelan… jalani semuanya dengan sederhana… selesaikan pekerjaan dengan sebaik-baiknya.. Ketika anda berusaha bersungguh-sungguh,
pasti order yang akan mengejar anda… walau anda menolak sekalipun karena melebihi kapasitas produksi.

– Buka 1 cabang dulu.. biar kan menjadi “matang” selama 3-4 tahun, kemudian buka cabang dengan duit tabungan sendiri. Bukan utang.

– Ga punya duit buat 1 cabang? Patungan sama temen! Tentu saja yang bisa dipercaya plus mau sama-sama bekerja.

– Ga percayaan sama temen? Ya mulai dari door to door direct selling. Bisa tuh ga pake modal.

– Malu? Tengsin? Males? Ya ga usah jadi pengusaha… .

Coba yuk, bisnis dengan modal yang ada aja. Klo Cuma punya 10jt, ya pake itu aja,

Cukupi dengan apa yang ada padamu.

3. S = Serakah

serakah adalah musuh nomor 1 para pengusaha. Penyakit ini seperti kolesterol yang menyebabkan penyakit jantung, yakni pembunuh nomor 1 di dunia. Baru punya itung-itungan diatas kertas, sudah dijadikan patokan.. belom-belom langsung buka 5 cabang… udah gitu pake utang….

Baru buka outlet, juga belom jalan 1 tahun, sudah ingin buka banyak cabang.

owalah, bisnis anda belum teruji kalo baru 1-3 tahun… Baru buka satu outlet, beberapa bulan, udah utang bank untuk buka cabang.. bahkan sudah punya kredit mobil..Bisnis jualan baju sudah jalan, mapan… kemudian tergoda invest besar di bisnis batubara. Duit habis terkuras, sehingga bisnis baju pun stagnan ga bisa berkembang karena ga ada dana pengembangan.

Bisnis baru 2-3 tahun, tapi gayanya sudah seperti konglomerasi. Punya berbagai macam bisnis seperti bisnis IT, bisnis agro, bisnis garment, bisnis retail, bisnis makanan, bisnis pelatihan. Akhirnya tak ada satupun yang jalan.

Saya pernah ditanya oleh salah seorang mahasiswa.  klo kita bisnisnya banyak, kan profit kita jadi lebih banyak.. bukannya lebih enak begitu?”

Saya jawab simple, kamu kuliah ambil jurusan apa?” Teknik” katanya

Saya lanjutkan, “kenapa kamu ga sambil kuliah di Ekonomi, Kedokteran, Fisip, Sastra, MIPA, sekalian supaya sekalian gelarnya menjadi SE, ST, S.Ked, S.Sos, S.Hum. kan lebih enak banyak gelar.”

Dia jawab lagi, “Lha gimana bagi waktunya ? Yang ada saya di DO karena nilai jelek semua, trus malah ga dapet gelar sama sekali!” Ngapain kita keblinger.. dan tergoda sama gemerlapnya bisnis teman-teman kita? Coba berpikir ulang deh, bisnis kita yang ada sekarang itu selalu ada kemungkinan untuk menjadi besar kan? Ngapain juga tergoda sama bisnis orang lain? Yang di share ya pasti yang baik-baiknya saja toh…. Sisi “horror”-nya sudah pasti tidak akan diceritakan.

Sinar matahari ketika difokuskan dengan lensa cembung, sanggup membakar kertas. Itulah kekuatan focus! Coba perhatiin orang-orang terkaya di dunia, bisnis nya focus. Bill Gates, Steve Balmer, Oracle, Wal-Mart, dll.

4.  G = Gengsi

Ini adalah akar masalah yang ke-4. Maunya sih setajir Chairul Tanjung yang sekarang. Tapi ga mau niru jalan hidup-nya Chairul Tanjung 30 tahun yang lalu.. jungkir balik jagain mesin fotokopi.. jagain warung alat kedokteran.. nah klo kita? Belom-belom udah nyuruh dan hire karyawan buat jagain warung.. alesannya karena malu. Kalo saya mah mending malujagain warung, daripada harus menyusahkan orang lain karena tidak punya penghasilan.

Bisnis itu naik-turun.. biasanya banyakan turun-nya. Turun 100 kali, naik 1 kali. Tapi naik 1 kali itu sudah cukup untuk membayar turun 100 kali. Toh Kolonel Sanders dan Thomas alfa Edison ditolak dan gagal 1000 kali, tapi usaha terakhirnya bisa menutup semua kerugiannya.

Jangan Cuma siap kaya, tapi juga harus siap miskin. Yang penting nikmati prosesnya

Bob Sadino bahkan pernah bangkrut. Dan kata istri om bob, saat itu uang yang ada Cuma cukup untuk membeli nasi ATAU rokok. Om bob harus memilih. Akhirnya saat itu om bob memilih nasi, sementara untuk kebutuhan rokoknya belio mencari puntung-puntung bekas.. kita siap tidak hidup menjadi prihatin seperti ini ?

Salah satu cara hidup dari keturunan chinese /tionghoa, malah sudah biasa dengan menu bubur. Padahal warungnya sudah ramai pembeli. Tapi dengan tekun mereka mengumpulkan tabungan, untuk memperbesar bisnis.

Pertanyaannya, maukah kita menurunkan standar gaya hidup ketika bisnis menurun? Tadinya naik mobil, sekarang naik motor. Sekarang jagain sendiri gerobak mie ayam kita, gunting credit card, Anak-anak sekolah nya di sekolah yang mahal, pindahkan ke sekolah negeri, kurangi kebiasaan makan di resto, atau bahkan sampai berpuasa untuk menghemat pengeluaran, pindah ke kontrakan /kost sementara rumah utama kita disewakan… sebagai modal usaha. Maukah kita? Sekali lagi ini adalah pilihan

Kesimpulan

Menjadi pengusaha adalah pilihan hidup dengan segala risiko nya (baik untung besar ataupun bangkrut). Jangan pernah menyalahkan orang-orang di sekitar anda.

Ternyata penyebab frustasi berbisnis berpusat pada 4 faktor, yakni MHSG (Mindset, Hutang, Serakah, Gengsi). Perbaiki mindset kita, Hapus hutang yang tidak produktif, Jauhi sifat Serakah dan Gengsi.

Ingat pesan mbah Kiyosaki, dari income jangan langsung keluar menjadi expenses atau liability.. income masuk dulu ke asset yang menghasilkan passive income. Yang dengan passive income itu baru kita keluarkan untuk expenses atau liability.

Jika anda terlahir dalam keadaan miskin itu bukan salah anda,
tetapi jika anda mati dalam keadaan miskin itu kesalahan anda.

Share Button