Papa Yang Jahat dan Om Yang Baik.

Saya membutuhkan tempat tinggal yg layak krn selama ini saya tinggal dibantaran sungai yg sering kebanjiran.
Papa saya menawarkan saya tinggal di apartemennya. Papa bilang kamu tinggal saja diapartemen selama kamu inginkan. Dan krn papa memahami kemampuan ekonomi saya papa bilang kamu gak usah beli dan gak usah bayar sewa untuk apartemennya. cukup bayar iuran pemeliharaan sebesar 300 ribu /bulan serta biaya pemakaian air dan listrik yg saya pakai selama saya tinggal. Papa cuma pesan apartemen ini gak boleh kamu jual atau sewakan kepada orang lain. Kalau hidup kamu sudah beruntung kamu mau pindah ke tempat yg lebih baik maka apartemen ini harus kamu kembalikan supaya papa bisa pinjamkan ke anak papa yg lain yg masih membutuhkan. Waktu pun berlalu bulan demi bulan saya tinggal diapartemen papa memang ekonomi kami masih cukup sulit kadang kami nunggak biaya iuran pemeliharaan bulanan sampai suatu saat om saya datang berkunjung dan melihat keadaan saya. Lalu om saya bilang papa kamu jahat dan tidak sayang kepada kamu. Lalu om saya memberikan pengharapan kepada saya. Om saya berkata karena om sayang kamu maka Om akan berikan solusi supaya kamu bisa punya rumah di jakarta. Om akan berikan kamu rumah tanpa DP. Saya pun senang dan berkata ternyata om ini lebih baik dari papa. Om akan berikan apartemen ini jika kamu sanggup menyetor kepada om 2,3 jt setiap bulan konsisten selama 6 bulan. Maka om akan setujui kamu untuk tinggal di apartemen om. Apakah cukup setor selama 6 bulan saja om ? Lalu om menjelaskan. karena om sayang kamu maka kamu boleh cicil apartemen ini setiap bulannya 2,3 juta selama 20 tahun (240 kali). Maka kamu akan punya apartemen impian 20 tahun lagi.
 
Saya pun menyesal telah berkata papa jahat dan memuji om saya baik. Ternyata papa saya jauh lebih baik bahkan lebih memahami perekonomian saya. Maka selama ini ia hanya membebankan iuran pemeliharaan serta air dan listrik yg saya pakai. Bahkan papa bilang kalau anak saya msh membutuhkan apartemen ini saja msh diijinkan untuk memakai apartemennya. papa saya juga menjamin biaya pendidikan anak saya yg masih sekolah, papa juga memberikan layanan antar jemput sekolah untuk anak saya, jaminan kesehatan untuk kami sekeluarga, bahkan biaya transportasi menggunakan transjakarta juga papa gratiskan, setiap bulannya setiap anak saya yang masih sekolah mendapatkan transfer uang untuk kebutuhan rutin. bahkan kami berhak untuk membeli daging ayam, daging sapi, telur, bahkan beras dengan murah. Begitulah cara Papa Mendidik Anak2nya.
 
Demikian kisah ini saya bagikan kepada temen2 semua. JAKARTA, 23-02-2017
Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.